Pempek Instan, Inovasi Kudapan Palembang yang Tahan Lama

Oleh Atira Elpariska Maya

(Represantative south sumatera in OPSI 2011)

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman makanan kuliner yang luar biasa. Kuliner tradisional Indonesia sangat menarik untuk dikembangkan menjadi produk komersial. Salah satu dari kuliner khas Indonesia yang sangat digemari masyarakat berada di Sumatera Selatan. Sumatera Selatan memiliki banyak produk pangan lokal, salah satunya adalah pempek Palembang


Kota Palembang merupakan ibu kota provinsi Sumatera Selatan, terkenal sebagai kota pempek. Menurut Safta (2006), pempek merupakan makanan khas Sumatera Selatan, tapi telah menjadi salah satu makanan kesukaan masyarakat Indonesia. Citra rasa yang dimiliki pempek sangatlah khas dan enak sehingga digemari oleh masyarakat dari berbagai latar belakang. Kandungan gizi yang dimiliki pempek pun sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Pempek mengandung protein hewani yang sangat baik karena berbahan dasarkan ikan. Sedangkan karbohidrat yang dimiliki berasal dari sagu (tepung kanji). Penelusuran di lokasi pusat jajanan makanan di kota Palembang menunjukan adanya variasi jenis pempek, diantaranya pempek kapal selam, pempek pistel, pempek ada’an, dan lainya. Direstoran, pempek lebih digolongkan sebagai makanan pembuka (appetizer), yaitu jenis makanan yang dihidangkan dalam keadaan panas dan dingin, yang disajikan pada permulaan dari suatu urutan makanan lengkap. Penelitian tahun 1980 menunjukan bahwa persentase hotel dan restoran yang menghidangkan pempek sekitar 44,4–66,7 persen. Seiring dengan penerimaan masyarakat yang kian meluas, tentu saja jumlah restoran penjual pempek kian bertambah dari waktu ke waktu.
Namun, bahan baku pembuatan pempek yaitu ikan belida dan ikan tenggiri semakin sulit untuk diperoleh dan harganya semakin mahal. Penggunaan ikan barracuda (Sphyraeba s), ikan gabus, ataupun ikan teri, dapat menjadi solusi dari masalah keterbatasan dan mahalnya bahan baku pempek.

Seperti Ikan barracuda memiliki tekstur daging yang hampir sama dan mempunyai rasa yang hampir sama pula dengan ikan belida dan ikan tenggiri bila dikomposisikan dengan tepat pada adonan pempek.
Selain itu, terdapat masalah pada daya tahan pempek. Para wisatawan mendapat kesulitan untuk membawa pempek sebagai oleh-oleh untuk keluarga. Daya tahan pempek relatif rendah, jika disimpan dalam waktu 3 hari dengan menggunakan suhu kamar ataupun dalam lemari es menyebabkan pempek berlendir dan akhir kadaluarsa. Pempek memiliki cita rasa spesifik ikan yang terbuat dari tepung tapioka, ikan, air dan garam.Berdasarkan kandungan airnya, pempek termasuk produk pangan semi basah. Inilahyang menjadi salah satu penyebab kerusakan pempek.
Hal itulah yang menyebabkan banyak para wisatawan sulit menjadikan pempek sebagai oleh-oleh. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis mendapatkan solusi dengan membuat inovasi baru pada produk pempek melalui pengemasan dan pengolahan yang baik sehingga mampu menciptakan produk pempek pada kemasan yang instan dan sehat bagi manusia.
Melihat dari penelitian sebelumnya mengenai pempek instan, pempek instan dibuat dengan tahapan yang rumit dan menggunakan bahan dasar yang mahal, tetapi penulis menemukan solusi dengan cara yang mudah dan murah sehingga kalangan masyarakat dari berbagai latar belakang dapat membuatnya.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana inovasi dalam pembuatan pempek Palembang agar menjadi pempek yang instan?
2. Bagaimana perbandingan pembuatan pempek instan sebelumnya dengan inovasi pempek instan yang dibuat penulis ?

C. Tujuan Penelitian
Penulis melakukan penelitian dengan tujuan sebagai berikut:
1. Membuat pempek instan sebagai inovasi baru kudapan khas Palembang yang dapat bertahan lama.
2. Mencari alternatif pembuatan pempek instan yang lebih sederhana, mudah, dan murah dari penelitian sebelumnya.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pempek Palembang
Menurut sejarahnya, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan “apek”, yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina. Berdasarkan cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi yang belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Ia kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan “pek … apek”, maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai “empek-empek atau pempek”. Bahan baku utama pempek adalah ikan, sagu, air dan garam. Prinsip pengolahannya terdiri dari penggilingan daging ikan, pencampuran bahan, pembentukan, dan pemasakan.

Gambar 1. Pempek Gambar 2. Aneka Pempek

Pempek disajikan bersama saus berwarna hitam kecoklatan yang disebut cuka atau cuko (bahasa Palembang). Cuka dibuat dari air yang dididihkan, kemudian ditambah gula merah, cabe rawit halus, bawang putih, dan garam. Jenis pempek lainnya adalah pempek lenjer, pempek bulat atau “ada’an”, pempek kulit ikan, pempek pistel yang diisi irisan pepaya muda rebus yang sudah dibumbui.

B. Pempek Instan
Dizaman modern ini, masyarakat semakin sibuk dengan pekerjaan yang dimilikinya. Oleh karena itu, mereka membutuhkan cara instan untuk mengolah makanan ataupun minuman. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, instan artinya langsung (tanpa dimasak lama) dapat diminum atau dimakan. Penulis membuat suatu inovasi pada makanan khas Palembang yaitu pempek menjadi produk instan dengan gizi yang baik bagi kesehatan konsumennya. Pembuatan pempek instan ini, awalnya sama dengan pembuatan pempek biasa setelah itu pempek yang telah jadi dikeringkan dibawah sinar matahari. Cara pembuatan pempek instan ini sangat sederhana, sehingga kandungan gizi pada pempek tersebut baik bagi kesehatan konsumen. Dengan adanya pempek instan, maka masyarakat didalam maupun luar kota Palembang dapat memakannya dengan praktis, khususnya untuk para wisatawan kota Palembang dapat membawa pempek instan kedaerah mereka masing-masing tanpa meragukan keawetannya.

C. Nilai Gizi pada pempek Palembang
Pempek memiliki citra rasa yang khas dan enak, oleh karena itu sangat disukai masyarakat luas. Pempek sebagai makanan asli Palembang mengandung nilai gizi yang baik untuk konsumennya. Kandungan gizi utama pada pempek adalah protein, lemak, dan karbohidrat yang diperoleh dari ikan dan sagu. Kandungan gizi lainnya berupa vitamin dan mineral. Perbandingan ikan yang semakin banyak akan meningkatkan kadar lemak, protein, dan rasa enak pada pempek.

Komposisi zat gizi pempek berbeda-beda menurut jenis serta bahan baku ikan yang digunakan. Pempek kapal selam memiliki kadar protein, lemak, dan kadar vitamin A lebih tinggi dibandingkan jenis pempek lainnya karena penambahan telur didalamnya. Pempek dalam porsi yang lengkap memiliki kandungan zat gizi yang lebih baik dibandingkan dalam bentuk satuan

D. Hipotesis

• Sinar matahari merupakan pengawet alami yang baik pada pengeringan pempek instan.
• Pempek instan dapat bertahan selama tiga hari bahkan satu minggu.
• Pempek instan masih mengandung gizi yang cukup walaupun telah diinstankan.

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu
Penelitian ini dilakukan di beberapa tempat, yaitu :
1. SMAN Sumatera Selatan (Sampoerna Academy) Jl. Pangeran Ratu Rt.11 Rw.08 Kelurahan 8 ulu kecamatan seberang Ulu I Palembang 30252.
2. Rumah Penulis di Jl. Merdeka Lk.2 Kayu Ara no.88 Sekayu, Musi Banyuasin.
3. Rumah Penulis di Perum. Bukit Enim Permai Jl. Darusalam no.13 Muara Enim.

B. Alat dan Bahan
Alat-Alat pembuatan pempek instan dapat dilihat pada Tabel.1

Tabel.1
Alat-alat pembuatan pempek instan.

No Nama Alat-Alat Jumlah
1 Wadah Besar 1
2 Kompor 1
3 Gelas 1
4 Nampan 1
5 Panci 1
6 Piring 1
7 Sendok 1
8 Mangkok kecil 4

Sedangkan bahan-bahan yang dugunakan dapat dilihat di Tabel. 2

Tabel 2
Bahan-bahan untuk pembuatan pempek instan.
No Bahan-bahan yang digunakan Jumlah
1 Sagu (Tepung Kanji) 0.5 kg
2 Ikan giling 0.5 kg
3 Air 0.25 gelas kecil
4 Bawang putih 2 siung
5 Garam 1 sendok teh
6 Gula 1 sendok teh
7 Telur 1 butir

C. Metode Pembuatan

C.1 Pembuatan Pempek

Pembuatan pempek dilakukan dengan daging ikan giling yang dicampurkan dengan air dengan perbandingan 1:1, kemudian ditambahkan bawang putih yang telah dikupas, putih telur, gula, air dingin (es) dicampur menjadi satu. Setelah diaduk-aduk masukkan garam secukupnya, lalu masukkan pula sagu (tepung kanji) sedikit demi sedikit dan aduk hingga merata.
Pengadukan adonan bertujuan untuk membentuk adonan yang kompak dan mudah dibentuk. Cara pembuatan sangat mempengaruhi kekenyalan dan aroma pempek, terutama pada tahap pengadukan dengan sagu untuk menghasilkan adonan yang kompak dan mudah dibentuk. Pengadukan membutuhkan keterampilan khusus agar gelembung-gelembung udara tidak terperangkap di dalam adonan. Tahap selanjutnya adalah perebusan sekitar 20–30 menit. Dengan mendidihkan air, lalu membubuhi dengan minyak goreng, setelah itu pempek direbus hingga mengapung. Proses perebusan bertujuan agar pati mengalami proses glatinisasi sehingga granula pati mengembang dan proteinnya terdenaturasi.

Pengembangan granula pati disebabkan oleh molekul-molekul air yang melakukan penetrasi ke dalam granula dan terperangkap dalam susunan amilosa dan a`milopektin. Setelah direbus, angkat lalu siram dengan air dingin dan tiriskan.

C.2 Pembuatan Pempek Instan

Pembuatan pempek instan dilanjutkan dari pembuatan pempek yang telah dijelaskan sebelumnya, pembuatan tersebut yaitu :

1. Setelah pempek direbus, siapkan pempek yang akan dijemur.
2. Pempek dijemur hingga kering sekitar satu jam jika cuaca tidak mendung, tetapi jika cuaca mendung membutuhkan waktu hingga satu hari.
3. Setelah pempek mengering, pempek dikemas dalam pak yang diinginkan.

C,3 Cara Penyajian Pempek Instan

1. Merendam pempek selama 0.5 jam menggunakan air dingin
2. Setelah itu, pempek dikukus hingga lembut
3. Dan angkat pempek dari rebusan, pempek siap dinikmati dengan bentuk rebus ataupun goreng.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Data Hasil Penelitian
Dari hasil penelitian yang penulis lakukan mengenai lama pengeringan pempek sehingga mempengaruhi tingkat kelembaban pada pempek instan.
Tabel 3. Hasil Percobaan 1.
Lama waktu yang berbeda pada pengeringan pempek instan dibawah sinar matahari.
No Lama Pengeringan Pempek Kekeringan setelah di jemur
1 5 menit Dalam kondisi lembab.
2 20 menit Mulai mengering tetapi hanya di permukaan pempek.
3 30 menit Mengering disetiap bagian pempek, tetapi bagian dalam pempek masih dalam keadaan lembut.
4 60 menit Setiap bagian pempek telah mengering.

B. Pemanfaatan pempek instan
Pada umumnya, masyarakat mengetahui bahwa pempek yang dibuat dari ikan disajikan dalam keadaan matang dan langsung dikonsumsi. Akan tetapi, pada kenyataannya, pempek yang sudah terkenal dimana-mana sehingga orang yang datang ke Palembang ingin mencicipi pempek asli Palembang yang akan membawa ke daerahnya merasa takut bila pempek itu akan basi atau tidak layak dikonsumsi kembali ketika mereka datang ke daerah mereka. Melihat masalah tersebut, penulis terinspirasi untuk mencari solusi dan menyelesaikan masalah tersebut sehubungan dengan pempek dijadikan sebagai oleh-oleh dari kota Palembang melalui proses percobaan mengeringkan pempek dibawah sinar matahari dan menjadikannya pempek instan. Sinar matahari mempunyai zat anti-oksidan, sehingga membuat pempek dapat kering dan bertahan lama. Cara ini dilakukan, karena cara yang sederhana dan setiap masyarakat bisa membuatnya.
Dibandingkan dengan menggunakan kulkas, setelah beberapa hari pempek akan berlendir dan lengket, serta tidak semua kalangan masyarakat mempunyai kulkas dirumahnya, Keberhasilan ini merupakan suatu ide yang bisa dimanfaatkan masyarakat Palembang sebagai modifikasi pempek dan menjadikannya sebagai mata pencaharian baru.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, pempek instan dibuat dengan menggunakan beberapa cara. Perbandingan cara pembuatan pempek instan sebelumnya dan inovasi baru dari penulis :
Tabel. 4 Perbedaan proses pembuatan pempek instan sebelum dan baru
No Pembuatan Pempek Instan sebelumnya Inovasi Pembuatan Pempek Instan baru
1 Ikan Barracuda + Ikan tenggiri Pembuatan adonan pempek hingga tahap perebusan terakhir
2 Pemisahan daging Jemur pempek yang telah direbus selama satu jam (tergantung pada cuaca)
3 Pengadukan Kemas pempek yang telah dijemur.
4 Penambahan air dan garam Pempek instan
5 Pengadukan dan pencetakan adonan
6 Pemisahan daging
7 Perebusan
8 Pendinginan
9 Penyimpanan pada suhu <15 derajat C
10 Pempek Instan

Pempek instan yang dibuat oleh penulis dengan inovasi terbaru menggunakan cara yang sederhana dan mudah dibandingkan dengan inovasi sebelumnya. Inovasi sebelumnya menggunakan cara yang lebih rumit dan membuat masyarakat sulit untuk membuatnya sendiri.
Dengan keunggulan yang dimiliki pempek instan, tidak salahnya jika pemerintah dan masyarakat mempertimbangkan ide ini untuk menjadikannya sebagai warna baru dari pempek kota Palembang dan menjadikannya lebih diminati oleh masyarakat luas.

C. Hasil
Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan oleh penulis, ternyata yang diketahui masyarakat pempek hanya dapat dikonsumsi secara langsung,dan sekarang dapat menjadi pempek instan yang dapat bertahan lebih lama beberapa hari sehingga orang luar yang ingin menjadikan pempek sebagai oleh-oleh tidak khawatir lagi tanpa mengurangi zat-zat bermanfaat didalamnya. Proses pengeringan pempek dilakukan dengan bantuan cahaya matahari. Jika cahaya matahari begitu terik maka dapat dilakukan pengeringan selama satu jam tetapi jika cuaca kurang baik dpat dilakukan pengeringan selama satu hari. Berikut ini akan diuraikan beberapa data hasil percobaan penulis melalui pempek ikan dengan menggunakan perbandingan pempek yang siap disajikan.
Tabel. 5 Perbedaan lamanya waktu pempek dapat bertahan
No Jenis Pempek Lamanya waktu Pempek bertahan
1 Pempek biasa Satu hari jika tidak disimpan dalam kulkas
Tiga hari jika disimpan dalam kulkas
2 Pempek instan Satu minggu

Selain itu, inovasi pembuatan pempek instan ini menggunakan cara pengawetan yang alami yaitu dari sinar matahari, sehingga pempek instan ini baik untuk kesehatan orang yang memakannya baik untuk anak-anak maupun dewasa.
Dapat kita lihat pula bahwa pempek memang lebih baik dijadikan instan, karena tidak hanya penampilan nya yang masih sempurna meskipun belum dikonsumsi untuk beberapa hari tapi juga masih layak dikonsumsi. Selain itu, tekstur adonan pempek instan masih tetap utuh.

D. Kelebihan dan Keterbatasan
Melihat eksperimen yang dilakukan oleh penulis selama proses pembuatan karya tulis ini, penulis melihat beberapa kelebihan yang terkandung dalam karya ini, yaitu :

• Pempek instan dibuat dengan cara yang mudah dan praktis
• Biaya yang dilakukan pada proses penginstanan sangat murah
• Pempek dapat bertahan lama setelah dijadikan instan
• Pempek instan mengandung gizi yang baik bagi kesehatan konsumen
• Proses untuk mengolah pempek instan mudah untuk dilakukan
• Para wisatawan kota Palembang dan sekitarnya dapat membawa pempek instan sebagai oleh-oleh

Sedangkan kendala yang dihadapi penulis adalah cuaca yang selalu berubah, sehingga proses pengeringan tidak dapat dilakukan secara optimal.

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Melalui data-data yang telah didapat, maka penulis dapat menarik kesimpulan yaitu :
1) Melalui pembuatan pempek instan, pempek dapat bertahan lama selama satu minggu.
2) Inovasi pembuatan pempek instan oleh penulis lebih sederhana dan mudah dibuat dibandingkan dengan inovasi pempek instan sebelumnya, sehingga masyarakat dari berbagai latar belakang dapat membuatnya.

B. Saran
Dengan makalah ini penulis menyarakan :
1) Kepada pedagang pempek agar menjual pempek instan kepada para wisatawan kota Palembang sehingga pempek dapat menjadi oleh-oleh.
2) Kepada masyarakat, dengan pembuatan pempek instant dapat dijadikan sebagai mata pencaharian baru.
3) Kepada pemerintah, hendaknya mempromosikan pempek instan agar lebih dikenal lagi oleh masyarakat luas.

DAFTAR PUSTAKA

Dewi, Septika, 2003, Laporan tetap teknologi pengolahan pangan olahan berbasis karbohidrat pempek jagung, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Palembang.

Diposkan oleh Guntur Hermanto pukul.10:56, http://www.kompas.com//

http://www.google.co.id/search?hl=id&source=hp&biw=&bih=&q=kandungan+gizi+pada+sagu&btnG=Penelusuran+Google diakses 13 Juni 2011
http://www.google.co.id/search?hl=id&q=kandungan+gizi+pada+pempek&btnG=Telusuri diakses 13 Juni 2011

Patra, Diki, 2010, Pempek Instant Barracuda-Inovasi Kudapan Tradisional Palembang sebagai Alternatif Pangan Instant Tradisional yang Bergizi Komplit, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Prof.Dr. Made Astawan, Kompas.com, 26 Maret 2004, “PEMPEK, Nilai Gizi “Kapal Selam” Paling Tinggi”, Diakses pada 22 Juli 2011.

Safta dalam Septika Dewi, 2006, Laporan tetap teknologi pengolahan pangan olahan berbasis karbohidrat pempek jagung, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Palembang.

Sibuea dalam Septika Dewi, 2007, Laporan tetap teknologi pengolahan pangan olahan berbasis karbohidrat pempek jagung, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Palembang.

Wawancara dengan Bapak Ajmi sebagai Kepala Pustu daerah Muara Enim, tgl. 27 Juni 2011

Wawancara dengan Bapak Hasan sebagai penjual pempek di Kayuara, Musi Banyuasin tgl. 28 Juni 2011

Wawancara dengan Bapak. Meriansyah, mengenai nilai gizi pada pempek, tgl. 01 Juli 2011

Wawancara dengan Ibu Sri, penjual pempek di Muara Enim, Sumsel. Tgl. 27 Juni 2011

Wardoyo dalam Septika Dewi, 2003, Laporan tetap teknologi pengolahan pangan olahan berbasis karbohidrat pempek jagung, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Palembang

LAMPIRAN

• Alat dan Bahan Pembuatan Pempek Instan

Sagu Bawang putih Gelas

Ikan Kompor dan Panci Garam

Gula Telur

• Cara Membuat Pempek Instan

• Pempek Instan

Gambar.1 Pempek kerupuk instant yang sudah dipack Gambar 2. Pempek instant 2

• Aneka Jenis Pempek Palembang

HASIL WAWANCARA
1. Wawancara dengan Pak Ajmi sebagai Ketua.Pustu daerah Muara Enim, Sumatera Selatan pada Tanggal. 27 Juni 2011.
Pewawancara : Atira Elpariska Maya
Narasumber : Pak Ajmi.
Wawancara dilakukan di Perumahan Bukit Enim Permai Muara Enim.

Atira : Selamat Siang bapak. Saya ingin bertanya sesuatu mengenai kesehatan kita sebagai manusia, boleh minta waktunya sebentar?
Pak Ajmi : Siang, silakan saja. Apa yang ingin ditanyakan?
Atira : Bagaimana menurut bapak pengawetan pempek instan tetapi yang menggunakan cahaya matahari?
Pak Ajmi : Itu sangat baik, apakah kamu tidak menggunakan penyedap rasa untuk membuat pempek instan tersebut?
Atira : Tidak pak, saya hanya menambahkan garam, bawang putih, gula sebagai tambahannya.
Pak Ajmi :Pempek instan itu bagus jika hanya dikeringkan dengan matahari tanpa pengawet buatan, dan itu sangat baik untuk kesehatan manusia.
Atira : Baik pak, terima kasih atas pendapatnya.

2. Wawancara dengan Ibu Sri, penjual aneka pempek di Muara Enim pada tgl. 27 Juni 2011
Pewawancara : Atira Elpariska Maya
Narusumber : Ibu Sri
Wawancara dilakukan di daerah Sat.Lantas Muara Enim.
Atira : Maaf bu, apakah ibu menjual pempek instan?
Bu Sri : Tidak, sepengetahuan saya tidak ada orang menjual pempek instan.
Atira : Mengapa ibu tidak menjualnya?
Bu Sri : Karena dari hasil sosialisasi tentang pempek instan, cara yang dilakukan menggunakan alat yang mahal.

Selain itu, caranya juga rumit.
Atira : Baiklah terima kasih Ibu.

3. Wawancara dengan Bapak Meriansyah, mengenai nilai gizi pada pempek tgl. 01 Juli 2011.
Pewawancara : Atira Elpariska Maya
Narasumber : Bapak meriansyah
Wawancara dilakukan di Perumahan Bukit Enim Permai, Muara Enim.
Atira : Maaf bapak mengganggu, saya ingin bertanya apa yang bapak ketahui tentang gizi pada pempek?
Pak Meriansyah : Sepengetahuan saya, pempek itu mengandung karhobidrat dan juga protein.
Atira : Pempek yang seperti apa yang paling banyak gizinya pak?
Pak Meriansyah : Sepertinya seluruh jenis pempek itu bergizi, tetapi lebih bergizi lagi jika dimakan dengan porsi lengkap, seperti adanya mentimun, kerupuk, atau mie celor.
Atira : Baiklah, terima kasih atas informasinya pak.

4. Wawancara dengan Bapak Hasan sebagai penjual pempek di Kayuara, Musi Banyuasin tgl.28 Juni 2011.
Pewawancara : Astrid Herera Nurchikmah
Narasumber : Bapak Hasan
Wawancara dilakukan di Jl. Merdeka Lk.2 Kayuara no.85 Musi Banyuasin.
Astrid : Maaf pak, saya mau bertanya tentang pempek instan. Apakah sebelumnya bapak mengetahui tentang pempek instan?
Pak Hasan : Sebelumnya saya belum mengetahui tentang pempek instan tersebut. Bagaimana caranya?
Astrid : Kita hanya membuat pempek seperti biasa, tetapi setelah proses perebusan dikeringkan dibawah sinar matahari pak.
Pak Hasan : Oh, itu merupakan ide yang bagus, saya yakin dengan cara tersebut pasti adonan dari pempek itu sendiri masih tetap utuh untuk beberapa hari.
Astrid : Mengapa demikian pak?
Pak Hasan : Karena proses pengeringan itu dapat membuat adonan menjadi lebih keras sehingga mampu bertahan lama dibandingkan dengan pempek yang hanya direbus saja dan langsung dimakan ataupun siap saji.
Astrid : Baiklah, terima kasih bapak atas informasi dan waktunya.

Keterangan : Seluruh dialog wawancara diatas sudah diartikan ke dalam Bahasa Indonesia, karena sebelumnya dialog menggunakan bahasa daerah Muara Enim dan bahasa daerah Sekayu.

BIODATA PESERTA OPSI

ANGGOTA 1
1. Nama : Astrid Herera Nurchikmah
2. Tempat/Tanggal Lahir : Sekayu/17 Desember 1995
3. Jenis Kelamin : Perempuan
4. Asal Sekolah : SMAN SUMATERA SELATAN
(SAMPOERNA ACADEMY)
5. Kelas : XI.IPS
6. Alamat Sekolah : Jl. Pangeran Ratu, Kel. 8 Ulu, Kec. Seberang Ulu 1,
Palembang, Sumatera Selatan.
7. E-mail : astrid.clarasani@rocketmail.com
8. No.HP : 085273769685
9. Alamat Rumah : Jl. Merdeka lk.2 Kayuara No.88 Musi Banyuasin

ANGGOTA 2
1. Nama : Atira Elpariska Maya
2. Tempat/Tanggal Lahir : Muara Enim, 11 February 1995
3. Jenis Kelamin : Perempuan
4. Asal Sekolah : SMAN SUMATERA SELATAN
(SAMPOERNA ACADEMY)
5. Kelas : XI.IPA 2
6. Alamat Sekolah : Jl. Pangeran Ratu, Kel. 8 Ulu, Kec. Seberang Ulu 1,
Palembang, Sumatera Selatan.
7. E-mail : ditraaa20@yahoo.com
8. No.HP : 085788081666
9. Alamat Rumah : Perum.Bukit Enim Permai Jl. Darusalam no.13
Muara Enim, Sumatera Selatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s